30 July 2007
Cuma mo sedikit cerita ttg pengalaman kemaren baca Harry Potter and the Deadly Hallows….
Jam 6 pagi udah nongkrong di QB utk ambil buku…dan kemudian gak langsung dibaca…soalnya sibuk deg2an menebak2 hasilnya….
Dan akhirnya setelah berhari2 berkutat dengan buku Harry Potter, setelah melewati banyak interupsi, banyak bengong, banyak tebak2an yang bikin sedih, plus banyak air mata juga menjelang akhir, akhirnya selesai juga seluruh isi buku ini dibaca….
Happy? Iya
But still feel sad juga for those yang harus mati….
Hmm, masih gak percaya rasanya klo kisah ini sudah berakhir. The end. Tamat.
Cerita yang udah nemenin aku selama kayaknya sekitar 7 tahunan ini….yang kayaknya beneran ada, sangat real…bahkan rasanya udah jadi bagian dari hidup sehari-hari, hihi…ini mirip banged dengan serial Friends yang aku rasain juga as part of my daily lives…
Hebatnya, sampe seri ke 7 ini, setiap terbit buku Harry Potter selalu diserbu orang…selalu dinanti….orang selalu gak sabar jadi yang no 1 punya buku ini….jadi yang no 1 utk tau seperti apa petualangan Harry Potter kali ini…JK Rowling emang beneran hebat….i really admire her creativity…and for Harry Potter, you really are a brave man….
20 July 2007

Udah gak bisa mikir…deg2an…dalam waktu kurang dari 12 jam lagi Harry Potter and the Deathly Hallows udah bisa dibaca…dan rumors makin kenceng dimana2…ttg siapa yang akan mati…
Oh!...membayangkan salah satu dari sahabat Harry Potter mati aja udah bikin lemes…mendadak tangan dingin…dan mata terasa panas karena ada genangan air di sana…oh!
Akankah ending yang diharapkan yang terjadi?
Dan bagaimanakah ending yang diharapkan itu?
3 July 2007
my classic monday
monday has never been an easy day for me lately.
selalu ada aja hal2 yang gak ngenakin terjadi. hal kecil, hal besar.
hal kecil yang terjadi misalnya:
- di bis dapet duduk di samping ibu2 gendut yang hanya menyisakan 1/3 dari jatah bangkuku sehingga dengan sekuat tenaga harus nahan pake kaki supaya gak jatoh. akibatnya nyaris seharian kaki pegel dan lemes lunglai.
- dapet nomor antrian gede di bank dan ternyata semua orang yang dapat nomor lebih kecil itu melakukan transaksi minimal 5 biji, dan mbak2 teller-nya melayani para nasabah itu dengan kecepatan yang (sepertinya) di bawah rata2. akibatnya punya keinginan yang kuat untuk melototin orang yang keliatan megang beberapa buku tabungan sekaligus.
- ketemu temen lama dan komentar pertamanya: kok gemuk sekarang? akibatnya sangat kompleks dan hampir mirip dengan gejala2 psikosomatis.
nah kalo hal2 besar udah pasti yang ada hubungannya dengan kantor ini dan orang2nya. beberapa kejadian belakangan ini bikin aku sedang mati rasa sama kantor dan merasa agak depresi. sedih aja menyaksikan orang2 yang (I thought) cukup dekat denganku ternyata melakukan hal2 yang aku gak expect. rasanya you can never trust anybody in this office deh. not even your close friends.
jadi demikianlah, kondisi2 di atas campur aduk dan terjadi di hari senin kemaren. bisa ditebak dong gimana tampang dan perasaanku sepanjang hari kemaren. lalu pas pulang, naik kreta (untungnya dapet duduk), di stasiun tanah abang naiklah segerombolan orang. 2 orang perempuan lalu berdiri tepat di depanku. mereka bawa2 magic jar yang kayaknya baru dibeli. 2 perempuan ini keliatannya seumuran denganku. sambil baca majalah, gak sengaja aku denger percakapan ini:
Perempuan A: iya nih, pasti gue bakal dimarahin deh pulang ini. Padahal yang sering make duit siapa…
Perempuan B: emang dia bakal bilang apa?
Perempuan A: paling dia bilang `lha gue kan make uang gue sendiri. Kok loe ngelarang2?’ sambil ngomel2 gitu.
Perempuan B: loe pernah ditabok gak?
Perempuan A: alhamdulillah gue blom pernah ditampar di pipi. Syukur deh.
Perempuan B: emang biasanya gimana?
Perempuan A: klo dipukul di bahu sih gue sering (sambil mencontohkan pukulan ke bahu temennya). Ato gak disabet pake sarungnya dia. Atau ditendang. Takut banged gue. Tapi di tampar sih blum pernah.
dst...dst...perempuan A menjelaskan secara detail kebiasaan2 sang suami ke temennya. dan si temennya keliatan biasa2 saja, seolah2 hal yang sama juga pernah or sering terjadi sama dia. dan aku yang kebetulan duduk di depan mereka cuma bisa terbengong gak percaya.
ok God, I think I got your point. setelah seharian kemaren sedih dan ngerasa jadi orang paling sengsara di dunia, aku disuguhi pemandangan menarik di ujung hari. iya yah, masih banyak orang yang lebih susah dari aku. yang masih harus berjuang untuk hal2 seperti di atas. sepele banged, tp sering kali kita or tepatnya aku lupa. sibuk merengek2 untuk keinginanku....
alhamdulillah...masih dikasi hints…mudah2an aku jadi lebih kuat ngadepin semuanya....
